Menu Penunjang Daya Tahan Tubuh Lansia

Menu Penunjang Daya Tahan Tubuh Lansia

Usia yang semakin bertambah membuat kinerja tubuh semakin berkurang. Maka penting untuk para lansia mengkonsumsi makanan penambah imun tubuh. Karena di masa tua kemampuan sistem pertahanan tubuh untuk bisa melawan virus dan menghindari penyakit juga ikut menurun.

Memiliki pola makan yang sehat membuat lansia akan tercukupi nutrisinya. Namun, jika tidak, maka kamu harus segera mencari tahu makanan apa saja untuk lansia yang sulit untuk makan. Berikut ini ada beberapa makanan untuk lansia yang sulit makan yang bisa menjaga daya tahan tubuh mereka.

Inilah 3 Menu Makan untuk Lansia

1. Salmon dan Tuna

Kedua jenis ikan ini mengandung banyak sekali manfaat untuk tubuh lansia. Tidak hanya omega-3 yang tinggi, namun ada nutrisi lain yang sangat penting yang terdapat pada ikan salmon dan tuna ini, salah satunya yaitu protein dan vitamin D yang berfungsi untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Memiliki vitamin D yang cukup dalam tubuh bisa menghindari terjadinya penyakit autoimun, seperti diabetes melitus dan multiple sclerosis.

Pastikan terdapat kandungan nutrisi jika kamu ingin mencari makanan untuk lansia sehingga bisa mencukupi asupan hariannya. Vitamin juga dapat berpengaruh untuk meningkatkan respon imun adaptif dan bawaan, sehingga sistem imun lebih peka akan adanya penyakit dan bisa melawannya.

2. Makanan Berserat

Makanan penambah imun tubuh untuk lansia selanjutnya yaitu makanan yang berserat, seperti brokoli, bayam, mangga, kedelai dan tomat. Makanan tersebut dapat membantu untuk memenuhi asupan vitamin E pada tubuh yang bagus untuk sistem imun lansia. Selain itu, vitamin E juga berfungsi sebagai antioksidan yang bisa melawan radikal bebas pada tubuh serta memberikan respons tubuh ketika adanya peradangan, sehingga sistem imun bisa bekerja dengan sempurna untuk menghadapi bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit.

Tidak perlu bingung lagi karena saat ini Nestle memiliki produk susu dengan kandungan vitamin E yang dapat membantu untuk menambahkan sistem imun lansia. Kamu bisa dapatkan produk terbaiknya dengan mengunjungi websitenya sekarang juga.

3. Makanan yang Mengandung B12, B6, dan Asam Folat

Makanan dengan kandungan tersebut bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kamu bisa temukan pada telur atau ampela ayam. Makanan ini bisa menjadi pengganti makanan untuk lansia yang sulit makan. Sebisa mungkin kamu variasikan menu makanan tersebut untuk menu makanan harian orang tua.

Jika orang tua mulai sulit untuk mengkonsumsi makanan penambah imun tubuh, nah saat ini  kamu bisa mencoba Boost Optimum untuk melengkapi nutrisinya. Kamu bisa dapatkan produk original nya di nestlehealthscience.co.id.

Kenali Penyebab Mastitis pada Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Kenali Penyebab Mastitis pada Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Mastitis adalah radang payudara yang biasanya disebabkan oleh infeksi, suatu kondisi yang menyebabkan jaringan payudara membengkak dan menjadi meradang. Mastitis paling sering terjadi pada 6 bulan pertama menyusui. Kabar baiknya, walaupun mastitis pada ibu menyusui sangat mudah untuk diatasi. Nah, berikut ini penyebab dan cara mengatasi mastitis.

Penyebab Mastitis

Mastitis yang dialami oleh ibu menyusui sering disebabkan oleh penumpukan susu pada payudara. Hal tersebut juga sering disebut sebagai stagnasi susu atau Air Susu Ibu (ASI) tersumbat, yaitu kondisi dimana ASI di payudara tidak bisa keluar atau berhenti. berhentinya ASI pada ibu menyusui dapat terjadi karena beberapa penyebab seperti dibawah ini :

  1. Bayi tidak benar-benar menghisap payudaranya saat sedang menyusui. Ini berarti tidak cukup ASI yang dikirimkan.
  2. Bayi memiliki masalah dalam menghisap ASI.
  3. Sering melewatkan waktu menyusui.
  4. Sering menyusui hanya dengan salah satu payudara.
  5. Pukulan atau benturan pada payudara yang dapat merusak saluran atau kelenjar susu di payudara.

Gejala Mastitis

Gejala-gejala mastitis sangat mirip dengan gejala saluran ASI tersumbat dan juga sering disebut radang payudara. Mastitis biasanya menyerang hanya pada salah satu payudara, dan gejalanya sering muncul dengan tiba-tiba. Berikut ini gejala mastitis yang harus Anda waspadai ketika sedang dalam menyusui :

  1. Payudara bengkak dan meradang, yang kadang terasa nyeri dan panas saat disentuh.
  2. Benjolan di payudara atau ada bagian mengeras di payudara.
  3. Abses atau radang jaringan tubuh yang memungkinkan rongga muncul di mana nanah menumpuk.
  4. Terkadang disertai dengan gejala mirip flu, seperti rasa sakit, demam, kedinginan, dan kelelahan.

Cara Mengatasi Mastitis

Setelah Anda mengetahui penyebab dan gejala dari mastitis. Langkah berikutnya adalah bagaimana cara mengatasi mastitis. Mastitis biasanya diatasi dengan  mudah dan sebagian besar ibu menyusui dapat pulih dengan cepat. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan secara mandiri untuk membantu mengatasi mastitis saat Anda sedang dalam fase menyusui :

  1. Istirahat yang cukup dan minum banyak air untuk mencegah dehidrasi sambil juga membantu menurunkan demam Anda.
  2. Hindari pakaian ketat, termasuk bra, sampai gejala mastitis telah sembuh.
  3. Minumlah obat pereda nyeri seperti yang diarahkan oleh dokter Anda, seperti parasetamol atau ibuprofen, untuk mengurangi rasa sakit atau demam.
  4. Pijat dengan lembut payudara Anda saat Anda menyusui bayi Anda.
  5. Sebelum menyusui, kompres payudara dengan air hangat atau kain yang dibasahi air hangat di bagian yang lecet.
  6. Mengubah posisi menyusui secara berkala untuk mengurangi penyumbatan ASI
  7. Cobalah untuk memberikan ASI lebih sering dari biasanya, peras ASI yang tersisa setelah dan selama menyusui.

Jika cara mengatasi mastitis secara mandiri di atas tidak dapat meringankan gejala mastitis, ada baiknya Anda segera periksa ke tenaga medis yang lebih ahli. Meskipun mastitis pada ibu menyusui sering terjadi, penting untuk mewaspadai penyakit ini karena dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Selain itu agar tidak mengganggu momen paling intim antara ibu dan bayi.

Tips Memilih Sabun Botol Yang Aman Untuk Si Kecil

Tips Memilih Sabun Botol Yang Aman Untuk Si Kecil

Memiliki buah hati adalah hal paling membahagiakan yang tidak bisa diungkapkan oleh setiap orang tua. Apalagi ketika baru pertama kali memiliki buah hati, pasti akan sangat hati-hati dalam merawat segala kebutuhan bayinya. Salah satunya adalah dalam memilih produk sabun untuk mencuci botol si kecil. Ada kalanya bayi pasti akan menggunakan botol sebagai alat untuk meminumkan asi kepada si kecil.

Untuk persediaan di rumah, bunda harus menyediakan botol dot untuk si kecil minimal sebanyak 2 botol. Namun dalam penggunaan botol juga harus merawat dan membersihkannya dengan baik supaya tidak meninggalkan bakteri di dalam botol. Untuk melakukan perawatan terhadap botol atau dot sebaiknya menggunakan produk sabun yang aman untuk mencucinya. Akan tetapi, bagaimana sabun botol yang sudah pasti aman untuk si kecil?

Seperti yang sudah para bunda ketahui bahwa penggunaan untuk botol susu ini sangat diperlukan bagi si kecil yang tidak suka dengan ASI atau dengan tidak sengaja ASI tidak keluar. Sehingga botol susu ini sangatlah diperlukan sebagai pengganti untuk memberi susu formula pada si kecil supaya tetap mendapatkan nutrisi. Dengan adanya botol susu ini bunda pasti akan merasa lebih tenang dan bayi juga akan senang.

Namun dalam penggunaan botol susu bunda juga perlu memperhatikan beberapa hal seperti kebersihan dalam mencuci botol. Perlu diketahui bahwa mencuci botol susu harus steril supaya tidak meninggalkan bekas dan bakteri. Oleh karena itu, dalam perawatan botol atau dot bayi perlu menggunakan sabun botol yang aman juga untuk si kecil. Karena kesalahan dalam mencuci botol susu juga bisa menyebabkan anak terkena penyakit, sehingga pemilihan sabun yang aman untuk bayi juga perlu di perhatikan. Berikut beberapa tips dalam memilih sabun botol susu yang aman untuk si kecil.

  1. Pilihlah Produk Dari Merk Yang Khusus Untuk Bayi

Dirangkum dari https://www.sleekbaby.co.id/1000-hari-perlindungan/detail/memilih-sabun-botol-yang-aman-untuk-anak, pemilihan sabun botol susu untuk si kecil perlu diperhatikan dengan seksama, karena beberapa produk sabun tentu menggunakan bahan yang berbeda-beda yang kita tidak ketahui baik dan aman untuk bayi atau tidak. Hal ini yang mengharuskan bunda untuk memilih produk sabun botol susu yang khusus untuk bayi yang sudah pasti aman untuk bayi. Tidak hanya itu, dengan memilih sabun yang sudah bermerek tentu juga sudah menggunakan bahan-bahan yang berkualitas pada produknya. Tidak hanya untuk botol susu saja, sabun juga bisa digunakan untuk mencuci peralatan bayi lainnya seperti tempat makan ataupun minum bayi.

  1. Pilih Sabun Dengan Formula Kental dan Berbentuk Cair

Mengapa harus memilih sabun yang cair? Karena sabun cair ini mudah hilang dibersihkan menggunakan air, sehingga tidak akan meninggalkan adanya bekas sabun di dalam botol. Tidak hanya itu, formulasi sabun yang kental dapat menghemat pemakaian sabun, karena dengan pemakaian sedikit saja sudah bisa memberikan adanya efek secara maksimal. Bisa dibayangkan jika bunda membersihkan botol menggunakan sabun colek, tentu akan sangat sulit untuk membersihkannya sampai ke sela-sela botol.

  1. Pilih Sabun Yang Lembut Untuk Kulit

Biasanya sabun cuci akan memberikan efek yang kasar dan panas untuk kulit tangan, namun sabun yang baik dan aman untuk bayi akan meninggalkan efek lembut di kulit tangan. Dengan memilih sabun botol susu yang lembut di kulit maka bunda akan terhindar dari tangan yang kasar dan panas.

  1. Pilih Sabun Dari Merk Yang Sudah Terkenal

Karena merek yang sudah terkenal berarti produk tersebut memang sudah banyak dipercaya oleh para Ibu, sehingga akan aman digunakan untuk membersihkan botol susu si kecil pastinya. Salah satu merek sabun botol untuk bayi yang sudah terkenal serta dapat bunda percaya adalah Sleek Baby Pembersih Botol atau Sleek Baby Bottle Nipple and Accessories Cleanser. Produk pencuci botol untuk peralatan bayi dari Sleek Baby ini sudah memiliki sertifikasi formula food grade yang tentu saja aman untuk si kecil.

Nah, itulah beberapa tips dalam memilih sabun cuci botol untuk si kecil. Untuk para bunda harus tetap selektif dalam memilih produk perawatan bayi, supaya si kecil tetap senang dan sehat.