Cari Tahu Lebih Dalam Tentang Penyakit Jantung dan Cara Pencegahan yang Tepat Yuk

Cari Tahu Lebih Dalam Tentang Penyakit Jantung dan Cara Pencegahan yang Tepat Yuk

Penyakit jantung merupakan istilah ketika jantung mengalami gangguan dan bisa menimbulkan beberapa penyakit kronis lebih lanjut. Umumnya penyakit ini mempunyai beberapa gejala berbeda yang dirasakan setiap penderitanya. Oleh karena itu, cara penanganan dan pencegahan juga cukup bervariasi tergantung jenis penyakit.

Seputar Penyakit Jantung, Gejala dan Pencegahannya

  • Jantung koroner

Merupakan penyakit yang terjadi karena menyempitnya pembuluh darah di jantung. Penyakit jantung ini memiliki gejala nyeri di bagian dada, sesak nafas, nyeri hingga menjalar ke sisi lengan kiri atau rahang. Beberapa faktor yang menyebabkan penyakit ini antara lain yaitu merokok, kurang berolahraga dan gaya hidup tidak sehat lainnya.

  • Infeksi jantung

Endocarditis atau infeksi jantung merupakan penyakit ketika lapisan jantung mengalami infeksi. Adapun gejala penyakit ini berupa sesak nafas, denyut tidak teratur, demam, batuk tungkai dan perut membengkak. Faktor penyakit ini adalah virus dan bakteri salah satunya yaitu Streptococcus beta hemolyticus grup A.

  • Gagal jantung

Penyakit berikutnya yaitu gagal jantung yang terjadi akibat gagalnya otot jantung memompa darah yang dialirkan ke seluruh tubuh. Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, gejala penyakit ini berupa napas terasa sesak saat digunakan berbaring, saat digunakan aktivitas napas terasa lebih berat, tungkai membengkak dan perut mulai membesar.

Sementara itu, gagal jantung bisa terjadi jika katup jantung mengalami kelainan, mempunyai riwayat jantung koroner serta infeksi jantung. Bisa dibilang, penyakit ini terjadi ketika kondisi jantung sudah parah.

  • Penyakit bawaan 

Sesuai namanya, penyakit bawaan pada jantung ini umumnya terjadi mulai bayi dan jenis yang paling sering ditemui adalah kebocoran katup jantung. Beberapa gejala penyakit ini adalah mata dan tungkai membengkak, berat badan tetap, sesak serta badan mulai biru saat menangis maupun menyusu. Selain turunan penyakit ini bisa disebabkan oleh obat atau ibu terinfeksi virus rubella.

  • Aritmia

Penyakit ini berupa gangguan denyut jantung sehingga tidak seirama. Gejala yang muncul pada penderita aritmia yaitu jantung berdebar, sesak napas, dada terasa tidak nyaman, terasa melayang dan pingsan. Aritmia bisa terjadi akibat otot jantung mati, kelainan sejak lahir, efek obat, stres, alkohol atau kafein.

  • Cara mencegah penyakit jantung

Cara mencegah penyakit jantung tidak jauh berbeda dengan lainnya yaitu mengatur pola hidup sehat dengan makan makanan sehat, rutin olahraga, menghindari alkohol dan rokok. Sangat sederhana bahkan bisa menghemat keuangan.

Selain cara tersebut, Anda juga bisa mulai mempersiapkan asuransi kesehatan yaitu asuransi penyakit kritis yang ditawarkan Superyou.co.id. Pasalnya, asuransi online ini merupakan investasi keuangan untuk menjamin kesehatan dan segala risikonya.

Ada berbagai jenis penyakit yang mengintai terutama gagal jantung. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menerapkan hidup sehat. Untuk menjamin kesehatan jangan lupa investasikan keuangan dengan asuransi kesehatan di Superyou.co.id.

Menu Penunjang Daya Tahan Tubuh Lansia

Menu Penunjang Daya Tahan Tubuh Lansia

Usia yang semakin bertambah membuat kinerja tubuh semakin berkurang. Maka penting untuk para lansia mengkonsumsi makanan penambah imun tubuh. Karena di masa tua kemampuan sistem pertahanan tubuh untuk bisa melawan virus dan menghindari penyakit juga ikut menurun.

Memiliki pola makan yang sehat membuat lansia akan tercukupi nutrisinya. Namun, jika tidak, maka kamu harus segera mencari tahu makanan apa saja untuk lansia yang sulit untuk makan. Berikut ini ada beberapa makanan untuk lansia yang sulit makan yang bisa menjaga daya tahan tubuh mereka.

Inilah 3 Menu Makan untuk Lansia

1. Salmon dan Tuna

Kedua jenis ikan ini mengandung banyak sekali manfaat untuk tubuh lansia. Tidak hanya omega-3 yang tinggi, namun ada nutrisi lain yang sangat penting yang terdapat pada ikan salmon dan tuna ini, salah satunya yaitu protein dan vitamin D yang berfungsi untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Memiliki vitamin D yang cukup dalam tubuh bisa menghindari terjadinya penyakit autoimun, seperti diabetes melitus dan multiple sclerosis.

Pastikan terdapat kandungan nutrisi jika kamu ingin mencari makanan untuk lansia sehingga bisa mencukupi asupan hariannya. Vitamin juga dapat berpengaruh untuk meningkatkan respon imun adaptif dan bawaan, sehingga sistem imun lebih peka akan adanya penyakit dan bisa melawannya.

2. Makanan Berserat

Makanan penambah imun tubuh untuk lansia selanjutnya yaitu makanan yang berserat, seperti brokoli, bayam, mangga, kedelai dan tomat. Makanan tersebut dapat membantu untuk memenuhi asupan vitamin E pada tubuh yang bagus untuk sistem imun lansia. Selain itu, vitamin E juga berfungsi sebagai antioksidan yang bisa melawan radikal bebas pada tubuh serta memberikan respons tubuh ketika adanya peradangan, sehingga sistem imun bisa bekerja dengan sempurna untuk menghadapi bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit.

Tidak perlu bingung lagi karena saat ini Nestle memiliki produk susu dengan kandungan vitamin E yang dapat membantu untuk menambahkan sistem imun lansia. Kamu bisa dapatkan produk terbaiknya dengan mengunjungi websitenya sekarang juga.

3. Makanan yang Mengandung B12, B6, dan Asam Folat

Makanan dengan kandungan tersebut bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kamu bisa temukan pada telur atau ampela ayam. Makanan ini bisa menjadi pengganti makanan untuk lansia yang sulit makan. Sebisa mungkin kamu variasikan menu makanan tersebut untuk menu makanan harian orang tua.

Jika orang tua mulai sulit untuk mengkonsumsi makanan penambah imun tubuh, nah saat ini  kamu bisa mencoba Boost Optimum untuk melengkapi nutrisinya. Kamu bisa dapatkan produk original nya di nestlehealthscience.co.id.

Kenali Penyebab Mastitis pada Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Kenali Penyebab Mastitis pada Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Mastitis adalah radang payudara yang biasanya disebabkan oleh infeksi, suatu kondisi yang menyebabkan jaringan payudara membengkak dan menjadi meradang. Mastitis paling sering terjadi pada 6 bulan pertama menyusui. Kabar baiknya, walaupun mastitis pada ibu menyusui sangat mudah untuk diatasi. Nah, berikut ini penyebab dan cara mengatasi mastitis.

Penyebab Mastitis

Mastitis yang dialami oleh ibu menyusui sering disebabkan oleh penumpukan susu pada payudara. Hal tersebut juga sering disebut sebagai stagnasi susu atau Air Susu Ibu (ASI) tersumbat, yaitu kondisi dimana ASI di payudara tidak bisa keluar atau berhenti. berhentinya ASI pada ibu menyusui dapat terjadi karena beberapa penyebab seperti dibawah ini :

  1. Bayi tidak benar-benar menghisap payudaranya saat sedang menyusui. Ini berarti tidak cukup ASI yang dikirimkan.
  2. Bayi memiliki masalah dalam menghisap ASI.
  3. Sering melewatkan waktu menyusui.
  4. Sering menyusui hanya dengan salah satu payudara.
  5. Pukulan atau benturan pada payudara yang dapat merusak saluran atau kelenjar susu di payudara.

Gejala Mastitis

Gejala-gejala mastitis sangat mirip dengan gejala saluran ASI tersumbat dan juga sering disebut radang payudara. Mastitis biasanya menyerang hanya pada salah satu payudara, dan gejalanya sering muncul dengan tiba-tiba. Berikut ini gejala mastitis yang harus Anda waspadai ketika sedang dalam menyusui :

  1. Payudara bengkak dan meradang, yang kadang terasa nyeri dan panas saat disentuh.
  2. Benjolan di payudara atau ada bagian mengeras di payudara.
  3. Abses atau radang jaringan tubuh yang memungkinkan rongga muncul di mana nanah menumpuk.
  4. Terkadang disertai dengan gejala mirip flu, seperti rasa sakit, demam, kedinginan, dan kelelahan.

Cara Mengatasi Mastitis

Setelah Anda mengetahui penyebab dan gejala dari mastitis. Langkah berikutnya adalah bagaimana cara mengatasi mastitis. Mastitis biasanya diatasi dengan  mudah dan sebagian besar ibu menyusui dapat pulih dengan cepat. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan secara mandiri untuk membantu mengatasi mastitis saat Anda sedang dalam fase menyusui :

  1. Istirahat yang cukup dan minum banyak air untuk mencegah dehidrasi sambil juga membantu menurunkan demam Anda.
  2. Hindari pakaian ketat, termasuk bra, sampai gejala mastitis telah sembuh.
  3. Minumlah obat pereda nyeri seperti yang diarahkan oleh dokter Anda, seperti parasetamol atau ibuprofen, untuk mengurangi rasa sakit atau demam.
  4. Pijat dengan lembut payudara Anda saat Anda menyusui bayi Anda.
  5. Sebelum menyusui, kompres payudara dengan air hangat atau kain yang dibasahi air hangat di bagian yang lecet.
  6. Mengubah posisi menyusui secara berkala untuk mengurangi penyumbatan ASI
  7. Cobalah untuk memberikan ASI lebih sering dari biasanya, peras ASI yang tersisa setelah dan selama menyusui.

Jika cara mengatasi mastitis secara mandiri di atas tidak dapat meringankan gejala mastitis, ada baiknya Anda segera periksa ke tenaga medis yang lebih ahli. Meskipun mastitis pada ibu menyusui sering terjadi, penting untuk mewaspadai penyakit ini karena dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Selain itu agar tidak mengganggu momen paling intim antara ibu dan bayi.