Morinaga Chil-Kid: Susu Formula Morinaga Anak 1 Tahun

Morinaga Chil-Kid : Susu Formula Morinaga Anak 1 Tahun

Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh, anak membutuhkan nutrisi yang banyak dan juga lengkap.   Sebagian besar nutrisi yang dibutuhkan oleh anak, diperoleh dari ASI. Namun tidak selamanya anak akan diberi ASI, karena di usia 6 bulan si anak harus sudah mulai dikurangi pemberian ASI dan mengenalkannya pada makanan pendamping. Setelah anak berusia 1 tahun, Anda bisa memberikan susu formula untuk melengkapi nutrisi yang dibutuhkannya.

Susu Morinaga Chil-Kid

Bagi Anda yang memiliki anak berusia 1 tahun, bisa memberikan susu formula dari Morinaga Platinum. Hal ini dikarenakan susu Morinaga memiliki produk yang tepat untuk membantu Anda dalam memenuhi kebutuhan nutrisi si anak. Varian produk susu formula Morinaga untuk usia 1 tahun adalah Morinaga Chil-Kid. Morinaga Chil-Kid memiliki berbagai kandungan nutrisi, yaitu omega 3 dan omega 6, FOS dan GOS, serta prebiotik dan beta karotene. Berikut sedikit penjelasan terkait kandungan nutrisi yang dimiliki oleh susu fomula ini.

  • Omega 3 dan Omega 6

Kedua asam lemak ini sering ditemukan dalam susu formula, termasuk susu Morinaga Chil-Kid. Kandungan nutrisi ini dapat mencegah kerusakan pada sel tubuh, dan juga baik untuk menjaga kesehatan kulit, rambut, kuku, serta hormon anak.

  • FOS dan GOS

FOS dan GOS merupakan senyawa yang penting untuk mengembangkan sistem kekebalan tubuh anak. Hal ini dikarenakan FOS dan GOS bekerja dengan mendukung perkembangan bakteri baik dan menekan pertumbuhan bakteri jahat. Sehingga baik untuk sistem pencernaan anak.

  • Prebiotik

Kandungan nutrisi ini penting karena memiliki peranan yang sangat vital, khususnya dalam mengembangkan sistem pencernaan anak. Selain itu, prebiotik juga membantu pertumbuhan bakteri baik dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  • Beta Karotene

Kandungan nutrisi ini berfungsi untuk tumbuh kembang anak, dan juga berperan sebagai anti oksidan, serta meningkatkan kekebalan tubuh anak Anda.

Susu Morinaga Chil-Kid untuk anak usia 1 tahun ini juga dilengkapi dengan nutrisi lainnya yang dibutuhkan anak, seperti protein, kalsium, vitamin, dan juga mineral.

Susu Morinaga Chil-Kid Soya

Bagi Anda yang memiliki anak 1 tahun dengan gejala alergi, khususnya alergi susu sapi pasti cukup bingung untuk memilihkan atau memberikan susu formula yang baik dan tepat. Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena bisa memberikan susu Morinaga Chil-Kid Soya Moricare+ Prodiges. Hal ini dikarenakan susu tersebut dilengkapi dengan isolate protein, sehingga cocok untuk anak yang intoleransi terhadap laktosa, intoleransi terhadap protein susu sapi, dan juga menderita galaktosemia.

Susu Morinaga Chil-Kid Soya merupakan kombinasi antara gizi makro (protein, karbohidrat, lemak) dan mikro (mineral dan vitamin) yang dapat memenuhi kebutuhan pertumbuhan anak. Tidak hanya itu, terdapat kandungan nutrisi lainnya dalam susu ini yaitu:

  • Kecerdasan Multitalenta
  • Zat Besi, DHA, Kolin, AA, AL, dan AAL untuk perkembangan sistem saraf, dan penglihatan, serta mendukung fungsi otak.
  • 16 Asam Amino dengan komposisi seimbang, yang difortifikasi dengan Sistein, Taurin, dan L-Metionin untuk pertumbuhan dan perkembangan otak.
  • Pertahanan Tubuh Ganda
  • Nukleotida berfungsi mendukung maturasi sistem pencernaan
  • Kombinasi Probiotik Bifidobacterium longum BB536 dan Bifidobacterium breve M-16V, serta Prebiotik FOS yang dapat membantu meningkatkan populasi Bifidobacteria dalam sistem pencernaan dan mendukung kesehatan pencernaan.
  • Tumbuh Kembang Optimal
  • Vitamin D menjaga pertumbuhan tubuh dengan membantu penyerapan kalsium.
  • Kalsium menjaga kepadatan tulang dan gigi, dan sebagai pendukung tumbuh kembang anak sejak awal kehidupannya.
  • 100% Protein Soya

Sebagai pengganti protein susu sapi dengan kualitas yang setara.

Obat-obat Rumahan yang Gampang Ditemukan Buat Mengatasi Gatal Alergi

Obat-obat Rumahan yang Gampang Ditemukan Buat Mengatasi Gatal Alergi

Alergi merupakan kondisi tubuh yang tidak bisa menerima kandungan zat dari sebuah barang, makanan, minuman, atau produk lainnya yang sebelumnya dikonsumsi. Saat sedang kumat, gatal alergi bisa saja terjadi kapan saja yang ditandai dulu dengan adanya kemerahan dan bentol pada kulit. Saat badan kamu sudah mulai terasa gatal, sebaiknya langsung cari tahu penyebabnya dan atasi dulu dengan tepat.

Kamu tidak harus memakai obat-obatan dari rumah sakit buat menghilangkan rasa gatalnya. Ada beberapa bahan-bahan alami yang gampang kamu temukan di rumah atau di sekitar rumah kamu. Kamu yang tidak mau repot membeli salep atau obat lainnya, bisa menggunakan bahan alami di bawah ini.

  1. Yoghurt

Yoghurt memiliki kandungan probiotik yang lebih tinggi dari bahan makanan lainnya. Tidak heran kalau yoghurt bisa kamu gunakan sebagai pengganti antihistamin dari obat-obatan kimia. Penggunaannya yang lebih aman dan sangat manjur membuat alergi kamu karena gatal bisa cepat berkurang.

Kamu harus tahu kalau antihistamin berfungsi sebagai penghenti sistem kekebalan tubuh yang mengeluarkan reaksi terlalu berlebihan. Sistem imun yang keluar berlebihan akan membuat muncul alergi. Buat ibu-ibu hamil dan sudah memasuki tahap menyusui, sebaiknya konsumsi yoghurt saat sedang mengalami alergi agar bisa menekan tanda-tanda alergi yang juga bisa berdampak ketidaknyamanan buah hati.

  1. Kuaci

Kuaci merupakan cemilan yang sangat pas banget saat menonton film atau berkumpul bersama teman. Selain menjadi makanan cemilan, kuaci juga bisa ampuh mengatasi gatal-gatal karena alergi. Kandungan vitamin E di dalamnya bisa mengurangi peradangan yang berasal dari alergen.

Selain vitamin E, masih ada kandungan antioksidan yang bisa mengurangi kerusakan sel-sel rusak akibat kelebihan histamin dalam tubuh. Tapi sebelum menggunakan kuaci, sebaiknya kamu cari tahu dulu apakah kamu ada alergi terhadap kacang-kacangan atau biji-bijian. Protein pada kuaci mirip dengan kacang mau pun biji sehingga jangan sampai memperparah alergi kamu.

  1. Nanas

Alergi gatal kebanyakan berasal dari alergi debu, tungau, serbuk bunga, mau pun seafood. Kamu bisa mengurangi dampak alergi dengan mengkonsumsi nanas. Perlu diketahui kalau dalam nanas ada kandungan bromelain alami yang bisa mengurangi gejala alergi.

Selain itu, bromelain alaminya juga bisa mengurangi gangguan pernafasan akibat alergi. Selain gatal-gatal, alergi juga bisa mengakibatkan penderitanya mengalami gangguan pernafasan seperti pilek, bersin-bersin, atau hidung tersumbat. Senyawa itu juga termasuk ampuh mengobati asma serta eksim.

  1. Jambu biji

Jambu biji termasuk buah yang sangat gampang ditemukan. Kamu bisa membelinya di pasar atau pedagang buah keliling. Di dalam jambu biji ada senyawa alami yang bisa mengobati gatal alergi. Kandungan vitamin C sudah terbukti mencegah munculnya sel-sel berlebihan akibat produksi histamin. Ketika histamin meningkat, maka akan muncul gejala-gejala umum alergi termasuk gatal-gatal.

Buat mengkonsumsinya, kamu bisa memakannya langsung atau membuatnya menjadi jus. Agar lebih mudah dikonsumsi anak-anak atau kamu yang tidak terlalu suka makan langsung, sebaiknya dijadikan jus saja. Tidak perlu ditambahkan gula lagi agar khasiatnya tidak berkurang.

  1. Bawang bombai

Bawang bombai menjadi bahan dapur yang sering digunakan, tapi juga bisa mengatasi gejala gatal-gatal karena alergi dengan cepat. Kandungan bioflavonoidnya bisa menetralkan sel-sel tubuh yang terkena dampak reaksi berlebihan dari sistem imunnya. Agar alergi gatal-gatal kamu cepat sembuh, sebaiknya tambahkan bawang bombai ke masakanmu atau mengoleskan permukaan kulit yang gatal secara langsung.

Selain menggunakan obat-obatan dari dokter, tidak ada salahnya kamu memakai bahan alami di atas agar lebih efektif menyembuhkan gatal alergi. Rasa gatal berlebihan akan cepat berkurang dengan cepat kalau kamu memakainya secara teratur.

Cek 4 Fakta Penting tentang Difteri Ini

Cek 4 Fakta Penting tentang Difteri Ini

Difteri adalah salah satu penyakit menular yang berbahaya. Cek empat faktanya di sini.

Beberapa waktu lalu, difteri sempat mewabah dan cukup meresahkan masyarakat. Penyakit yang bisa menyerang segala usia ini secara tiba-tiba mewabah dan menyebabkan sejumlah kematian. Nah, agar hal yang sama tidak terulang, ada baiknya Anda tahu empat fakta penting difteri ini.

  1. Disebabkan oleh infeksi bakteri berbahaya

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, difteri merupakan infeksi yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphteriae. Bakteri menular ini menyerang membran mukosa dari hidung dan tenggorokan.

Gejala umum penderita difteri adalah nyeri menelan, suara serak, demam dan menggigil, bengkak pada kelenjar getah bening leher. Selanjutnya, tubuh lemah, tidak nafsu makan, sesak napas, dan muncul lapisan tebal berwarna abu-abu yang menutupi dinding belakang tenggorokan.

Lapisan tebal yang menutupi dinding tenggorokan adalah gejala difteri yang paling khas sekaligus ditakuti. Sebab, lapisan ini dapat menutup saluran pernapasan, menyebabkan penderita tidak dapat bernapas.

  1. Pernah mewabah di Indonesia

Difteri pernah mewabah pada akhir 2017. “Saat itu, Kementerian Kesehatan menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, sampai November 2017, ada 95 kabupaten dan kota dari 20 provinsi yang melaporkan munculnya kasus difteri,” kata dr. Atika.

Sebenarnya, difteri bukanlah penyakit baru di Indonesia. Sejak 1990, kasus difteri di Indonesia sempat hampir tidak ada karena pemberian imunisasi difteri yang digalakkan pemerintah. Namun, pada 2009 difteri mulai muncul kembali.

  1. Dicegah dengan vaksin

Seharusnya masyarakat Indonesia bisa terbebas dari penyakit berat ini karena telah tersedia vaksin difteri. Agar kebal dari difteri, diberikan vaksin DTP (Difteri, Tetanus, dan Pertusis).

Vaksin ini diberikan pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. Imunisasi lanjutan diberikan saat berusia 18 bulan dan ketika anak berusia 5 tahun. Booster juga sebaiknya diberikan ketika anak berusia 10 tahun dan 18 tahun.

  1. Akan terus muncul ketika masih ada orang yang antivaksin

Faktanya, tidak seluruh masyarakat Indonesia memberikan vaksin difteri kepada anaknya. Salah satu alasannya adalah vaksinasi tidak aman diberikan pada anak.

Mereka umum disebut sebagai kelompok antivaksin. Padahal, vaksin yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah terbukti aman, efek sampingnya minimal, dan bermanfaat memberikan kekebalan atas penyakit.

Itulah empat fakta penting tentang difteri. Dengan tahu fakta-fakta tersebut Anda bisa lebih waspada terhadap penyakit mematikan ini. Satu hal lagi, jangan lupa untuk memberi vaksin difteri pada anak, sebagai bentuk perlindungan padanya.